Kepala SMAN 3 Bantaeng Disorot, Kasus Penganiayaan Siswa Dinilai Gagal Diantisipasi
Kepala SMAN 3 Bantaeng Disorot, Kasus Penganiayaan Siswa Dinilai Gagal Diantisipasi
DETIK✒️NEWS.ID_BANTAENG –| Sulawesi Selatan | 3 Februari 2026
Kasus penganiayaan terhadap siswa kembali terjadi di lingkungan SMA Negeri 3 Bantaeng. Insiden tersebut menimpa dua siswa berinisial RM dan TB, yang diduga diserang oleh seorang alumni sekolah berinisial HB.
Pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas membenarkan adanya kejadian penganiayaan tersebut serta menjelaskan kronologi peristiwa yang terjadi di lingkungan SMAN 3 Bantaeng.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika pelaku HB masuk ke area sekolah dengan cara memanjat pagar dan berusaha menghampiri siswa RM. Aksi tersebut sempat berhasil diredam oleh pihak kepolisian yang berada di lokasi.
Namun, pada keesokan harinya, pelaku kembali mendatangi SMAN 3 Bantaeng dan langsung melakukan penganiayaan terhadap korban. Akibat kejadian tersebut, RM mengalami luka pecah di bagian kepala, sementara TB mengalami luka di bagian mata.
Ironisnya, saat dikonfirmasi oleh media, Kepala SMAN 3 Bantaeng, Ismail, justru membantah adanya insiden penganiayaan di lingkungan sekolah. Dalam keterangannya, ia menyampaikan:
“Tidak ada siswa SMAN 3 yang luka-luka, Pak. Mohon cari informasi dengan benar. Agar tidak mengulang berita yang salah, Pak.”
Pernyataan tersebut menuai sorotan publik, mengingat pihak kepolisian telah membenarkan adanya kejadian penganiayaan dan terdapat siswa yang mengalami luka.
Sikap kepala sekolah yang dinilai tidak terbuka dan terkesan menutupi peristiwa kekerasan di lingkungan pendidikan ini memicu desakan dari masyarakat agar Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan melakukan evaluasi serius terhadap kepemimpinan SMAN 3 Bantaeng.
Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan di lingkungan sekolah dan memunculkan pertanyaan besar terkait keamanan siswa, pengawasan sekolah, serta tanggung jawab pimpinan satuan pendidikan dalam melindungi peserta didik.
Laporan: Hamrah
