Diminta Dinas DLH Kota Bitung Tinjau Lokasi Usaha Kelapa Milik Rici Tinangon Di Kelurahan Sagerat induk Diduga Air Limbah Yang Meluap Sampai Ke Perkebunan Warga
"Diminta Dinas DLH Kota Bitung Tinjau Lokasi Usaha Kelapa Milik Rici Tinangon Di Kelurahan Sagerat induk Diduga Air Limbah Yang Meluap Sampai Ke Perkebunan Dan Kolam ikan Warga Hingga Merembet Ke Sumur Air Bersih Warga Sulit Mendapatkan Air Bersih.
DETIK✒️NEWS.ID_BITUNG , Tanggal 29 Januari 2026 Sulawesi Utara - warga sulit mendapatkan air bersih dikarenakan sumur air berwana kining warga sekitar tempat usaha kelapa belum memastikan apaka itu air limbah atau air buang dari peternakan hewan atau air limbah
Maka diminta dinas DLH kota bitung tinjau lokasi usaha kepala di sagerat induk kecamatan matuari kota bitung .
ada satu warga lansia di kelurahan sagerat induk kecamatan matuari kota bitung ketika di konfirmasi oleh wartawan pada Rabu tanggal 28 januari 2026 apaka benar di perkebunan seorang oma Ini tanaman nya sudah kering dan mati jawab seorang oma pemilik perkebunan iya bapak dikarenakan air dari atas bak itu turun melewati perbatuan hingga mengalir Ke kolam ikan bapak waktu beberapa belum sebelumnya sampai ikan kami mati semua di dalam kolam kami
sampai tanaman kami pun kering mati semua dikarenakan air yang K
keluar dari atas perbatuan Itu bapak .
apaka sudah lamah air itu keluar ke perkebunan ini sampai ke kolam ikan jawab pemilik kebun iya kadang kadang dia keluar sampai ke kolam ikan di bagian sebelah nya juga perna keluar air dari atas bak tapi suami saya sudah menutup nya agar tidak terkena lagi di kolam kami hanya dari bagian pinggir sini , ungkap oma kepada awak media
ketikan awak media melakukan pengecekan dari perkebunan sampai ke pinggir kolam ikan tersebut bahwa benar ada tanda tanda hangus dari atas ke bawah di bagian perbatuan tim awak media menduga Itu sumber dari bak penampungan air limbah tersebut .
ketika awak melakukan konfirmasi kepada pekerja usaha kepala iya menjawab bahwa jika ada hujan deras air di dalam bak sering keluar sampai ke bawah bagian perbatuan ungkap pekerja kelapa kepada , awak ketika di konfirmasi , dan awak meminta Ada dinas DLH kota bitung dapat melakukan pemeriksaan dan uji simpel air yang di dalam bak tersebut Di lokasi penampungan air yang diduga limbah tersebut ,
kemarin awak media sudah melakukan konfirmasi via Whatsaap kepada pemilik usaha kelapa bapak , Rici Tinangon
jawab pemilik usaha kepala kepada awak media bahwa lokasi usaha kelapa Itu benar milik saya Itu kan usaha umkm torang sesuai Dengan amanat bapak presiden memperkerjakan banyak orang membuka lapangan kerja memakas peganguran ini kan umkm usaha mikro kecil perahu tenaga kerja ini juga bagian dari progam pemerintah baru ke dua torang itu tidak rutin kadang Ada Kelapa Kadang Nyada di saat ada ya syukur ini anak buah boleh dapa doi Mar Di saat Nyada Ada Kasiang dorang juga nyada dapa doi dorang pe ke untungan nyada banyak juga di situ beda dengan pabrik pabrik besar . terus itu sudah dikonfirmasi kepada warga di situ dorang so mengelu ya begilah jawab pemilik usaha umkm nanti kalau ada yang mengelu coba pertemukan karna dorang so berapa kali datang aper tiap bulan mo ta buang limbah dengan nyada tetap dorang darang minta doi tetap kita kase sampe dorang pe ikan ikan mati kita bayar entar dengan kolam kita bayar dan yang punya pabrik itu pemilik lahan dan pemilik sebenya dorangkan pake torang pe tana yang pemilik lahan itu yang punya pabrik itu depe tana itu enteru itu sampe di kawasan perumahan mantan anggota dewan sampe itu kolam kolam di bawah itu dorang punya cuman karna torang pe etikat baik ini oma ya sudah torang kase itu pun dua bulan lalu bukan sekarang
sekarang ini baru ada produksi satu dua hari itu kalau itu produksi nyada banyak depe untung di situ paling lima ratus ribu Sampai Satu Jutaan Cuman katu Saya Senang Karna memperkerjakan orang kan orang banyak di situ paling nyada dorang berbage dorang pe hasil di situ dikarenakan torang so konfirmasi juga ke warga di situ menurut dari warga bahwa depe limbah di situ jarang di buang jawab pemilik usahan umkm bapak rici tinangon sekarang saya mo minta itu depe warga itu di pertemukan dengan saya tanya siapa depe warga itu karena saya musti mo baku dapa dengan saya dan nanti saya akan panggil lagi tuan tanah supaya nanti depe tuan tanah togor pa dia dorang itu so jaga manfaatkan pabrik itu Ada Kesan Begitu dan jadi kalau ada yang bahasa bagitu kata nya limbah tidak di buang itu rutin nya dan sekarang kalau ada yang keluhkan itu saya minta orang itu datang ke
saya mo konfirmasi sebernya apa depe maksud ini jangan sampe ada pencemaran nama baik
Ini usaha ada ba jalan bagus memperkerjakan banyak orang kong senjaga di cari cari masalah itu juga sudah bertentangan dengan kebijakan pemerintah dorang katu ada bekerja bagus bagus di sana dan saya juga bertanya kepada orang kerja di tempat usaha kelapa di mana jaga buang Air limbah ini oh di kuala saya tanya kuala dimana dia sampaikan ada orang khusus jaga buang jawab bapak rici tinango
Bukan dorang itu jaga buang limbah itu tidak limbah itu ada orang khusus jaga buang
Jaga buang pemilik tanah pe lokasi .
karna pemilik lokasi pe kebun enteru Itu sampe di belangkang na ini limbah limbah ini jaga buang pa dorang pe kebun
na dan Ini baru ke tiga kita mo sampaikan ini sebenarnya dari produksi itu nyada ada mo di bilang limbah sebebarnya depe air pering depe tempurung semua Itu terjual orang ambe semua itu terkumpul orang Beli Itu
limbah itu cuman cucian lante cuci depe pece pece yang di bagian lante itu bukan limbah kelapa di situ bukan limbah itu waktu lalu juga dari dinas DLH sudah datang dorang pantau langsung produksi itu Dan ,
iya benar bahwa air tersebut sering meluap ke bawah
kalau dulu nya perna sampai ke Kolam ikan dari air kepala kami tapi saya Sudah bayar harga mati nya ikan sampai kolam pun saya bayar , ungkap pemilik kelapa Kepada Bpk Rici Tinangon Kepada , Wartawam
dan awak media langsung mendatangi kantor dinas DLH kota bitung untuk konfimasi terkait persoalan di tempat usaha kelapa Umkm di kelurahan sagerat induk
kecamatan matuari kota bitung terkait diduga air limbah dari salah satu tempat usaha umkum yang meluap sampai ke perkebunan warga dan merekat ke sumur air bersih warga kabid pencemaran Lingkungan Hidup menjelaskan kepada awak media bahwa benar kami bebepa bulan lalu kami sudah tinjau ke lokasi tersebut dan dan belum memastikan Apaka air yang meluap itu dari bak penampung tersebut kan kami juga belum memastikan apaka itu air limbah atau bukan dan kami akan memanggil ke dua para pengusaha kelapa tersebut Dan kami akan menguji lep dan akan di ambil simpel apaka Itu benar air lembah atau bukan , ungkap kabid pencemaran dlh Kota bitung Audy Tulenan, SH
kepada wartawan , ketika Di konfirmasi ,
dan awak media meminta dinas DLH Kota bitung harus memastikan air yang di bak Penampungan Itu Adalah limabah atau bukan agar kegiatan para pekerja lain tidak terganggu dengan tidak ada air bersih ,
(*MICHAEL HONTONG*)
