BREAKING NEWS

Di Balik Pemulihan Pascabanjir Gayo Lues, Ada Tagihan yang Tak Terbayar

Di Balik Pemulihan Pascabanjir Gayo Lues, Ada Tagihan yang Tak Terbayar

DETIK✒️NEWS.ID_Gayo Lues (2/4/2026)|Empat bulan setelah banjir bandang menerjang Kabupaten Gayo Lues pada 2025, persoalan baru mencuat di balik proses pemulihan. Bukan lagi soal jalan yang tertutup material longsor atau akses yang terputus, melainkan kewajiban pembayaran yang tak kunjung dituntaskan.

Sejumlah pemilik alat berat yang dikerahkan saat masa tanggap darurat kini menghadapi ketidakpastian. Alat-alat mereka sebelumnya digunakan untuk membuka badan jalan, menyingkirkan material banjir, hingga menormalkan aliran sungai. Namun hingga awal April 2026, biaya sewa belum juga dibayarkan.

“Pekerjaan sudah selesai sejak lama, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujar salah satu pemilik alat yang enggan disebutkan namanya.

Pada masa darurat, kehadiran alat berat menjadi tulang punggung percepatan pemulihan. Pemerintah daerah bergerak cepat menggandeng pelaku usaha lokal demi memulihkan akses masyarakat yang sempat terisolasi. Namun, kecepatan itu tak diikuti dengan ketuntasan dalam penyelesaian kewajiban administratif.

Para pemilik alat mengaku harus menanggung sendiri biaya operasional selama pengerjaan berlangsung. Bahan bakar, upah operator, hingga perawatan unit ditalangi secara mandiri dengan harapan pembayaran akan segera direalisasikan setelah pekerjaan rampung.

Hingga kini, belum ada kepastian jadwal pencairan pembayaran. Minimnya komunikasi dari pihak terkait dinilai memperkeruh situasi. Tidak ada penjelasan terbuka mengenai letak hambatan, apakah pada proses verifikasi administrasi, keterbatasan anggaran, atau tersendatnya aliran dana dari pemerintah pusat.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran lebih luas. Ketidakjelasan pembayaran tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tetapi juga berpotensi menggerus kepercayaan terhadap pemerintah daerah. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memengaruhi kesiapan mitra lokal untuk terlibat dalam penanganan bencana di masa mendatang.

Padahal, dalam situasi darurat, kolaborasi cepat antara pemerintah dan pihak swasta menjadi kunci utama.

Persoalan ini menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada pemulihan fisik semata. Ketepatan administrasi dan komitmen terhadap kewajiban finansial sama pentingnya, agar proses pemulihan benar-benar tuntas—bukan justru menyisakan persoalan baru di kemudian hari.

Kalak BPBD Gayo Lues Muhaimi yang dicoba dikonfirmasi Via whatshap namun hingga berita ini ditayangkan masih centang satu pertanda whatshap Kalak BPBD sudah dinon aktifkan.(TIM)

Editor Harry Goa

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image