BREAKING NEWS

Nyanyian" Pemain Obat Tipe G di Kebumen : Sebut Nama Kanit Narkoba demi Keamanan Bisnis

Nyanyian" Pemain Obat Tipe G di Kebumen : Sebut Nama Kanit Narkoba demi Keamanan Bisnis

Kebumen, Detikinews. id
25/4/2026. Maraknya peredaran obat keras terbatas tanpa izin resmi di wilayah kebumen menunjukan peredaran obat terlarang tipe G, tersebut jelas menjadi lahan basah bagi sebagian oknum nakal untuk meraup pundi pundi rupiah.

Yang jelas tidak mengantongi legalitas izin eder BPOM RI, diduga kuat pengedaran obat terlarang tipe G tersebut dari berbagai jenis obat terlarang.

Lebih mengejutkan, pemilik peredaran obat teralang tipe G tersebut mengaku dibekingi oknum kanit narkoba aparat kepolisian di Polres kebumen, agar usahanya tetap aman, dan koordinasi biasa urusan langsung,” jelasnya kepada awak media

Obat terlarang tipe G, yang seharusnya hanya bisa diperoleh melalui apotek resmi dengan resep dokter, sangat berbahaya jika disalahgunakan.

Peredaran ilegal ini berpotensi memicu penyalahgunaan obat terlarang tipe G terutama di kalangan remaja dan masyarakat ekonomi bawah yang tergiur harga murah serta mudah di dapatkan.

Kapolres  diminta turun langsung agar oknum kanit narkoba polres kebumen Ditangkap.
Pengakuan warga masyarakat yang tidak mau disebut namanya adanya keterlibatan oknum polisi yang diduga kuat kanit ,ini jelas menambah panjang daftar praktik kotor dalam pengawasan obat-obatan.

Dugaan adanya keterlibatan oknum kanit  polres kebumen membuat penindakan hukum menjadi tumpul dan justru memperkuat bisnis ilegal yang merugikan masyarakat luas.

Aktivis kesehatan masyarakat mendesak untuk turun tangan mengusut tuntas kasus ini. “Jika benar terbukti ada aparat yang terlibat, sanksi tegas harus dijatuhkan baik secara etik maupun pidana,"ucapnya.

Propam diminta turun tangan langsung
dan masyarakat diimbau lebih waspada dan tidak membeli obat keras sembarangan. Selain melanggar hukum, konsumsi obat keras tanpa resep dapat memicu kecanduan, kerusakan organ tubuh, bahkan kematian.

Kasus ini menjadi cermin lemahnya pengawasan distribusi obat keras sekaligus membuka tabir gelap dugaan di lingkungan aparat penegak hukum. Transparansi dan ketegasan dari pihak berwenang sangat ditunggu untuk memutus rantai bisnis haram ini,"pungkasnya 

(Tim/Red) 
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image