BREAKING NEWS

Proyek" Amburadul " Paving block dan Gedung Bamssalae Siwa Pitumpanua Kabupaten Wajo

Hancur
Proyek" Amburadul " Paving block dan Gedung Bamssalae Siwa Pitumpanua Kabupaten Wajo

DETIK✒️NEWS.ID_WAJO - Proyek Pembangunan destinasi wisata Bangsalae yang berlokasi di Kelurahan Siwa, Kecamatan Pitumpanua, KabupatenWajo, mendapat sorotan dari Lembaga Masyarakat Anti Penyalahgunaan Jabatan (LMAPJ)

Organisasi tersebut melakukan pemantauan Lapangan pada Kamis 16 April 2026, yang dikerjakan oleh CV. Multi Sarana Solution dengan anggaran APBD Tahun 2025 sebesar 7,5 Miliar.

Dalam keterangan Perwakilan LMAPJ,menyampaikan bahwa pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan yang sangat perlu mendapatkan perhatian terutama Paving Block yang digunakan adalah sebagian dipasang material bekas dicampur dengan Paving block baru, dan diragukan kepadatannya baik tanah urut maupun pasir sebagai pengikat dan pekerjaan gedung dikawasan wisata tersebut.

Diduga sebelum pemasangan tidak dilakukan pekerjaan pemadatan dan pembersihan lokasi terlihat tidak berapa lama sela sela Paving ditumbuhi rumput dan terlihat banyak pula terpototng potong dan retah " ucap Hermanto buroncong .

Hermanto buroncong," Div Intelijen dan Investigasi dan Pemberantasan korupsi dan Kordinasi Penyalahgunaan jabatan IndonesisTimur (LMAPJ) Menemukan kondisi ini Gedung Bocor di lokasi yang sama juga tidak dilakukan pembenahan, dan kegiatan proyek terhenti tanpa ada tindak lanjut dari pihak instansi terkait, yaitu Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DISPORA)

Selanjutnya kami meminta klarifikasi dari Kadis DISPORA tentang apa yang terjadi dengan proyek ini. Mengapa kegiatan proyek terhenti sebelum rampung? Apa alasannya? Kami juga meminta agar Kadis DISPORA memperlihatkan hasil dokumentasi proyek ini," Tegasnya.

LMAPJ, meminta agar proyek ini diinvestigasi dan dipertanyakan kualifikasnya, tidak ingin proyek ini menjadi contoh buruk bagi proyek-proyek lainnya. Kami meminta agar pihak terkait bertanggung jawab dan mengambil tindakan yang tepat," tambahnya

Sangat memang Ironis proyek ini terlihat salah satu Anggato Dewan Tim Pansus LKPJ Tahun 2025 senin 20/4/2026 dari Partai Gerindra (H.MUSTAFA) menyoroti sebuah Kelemahan, Resiko, dan Kegagalan Akhirnya Berdampak Terhadap Pembangunan.

Adanya dugaan anggaran dana yang belum terserap dari anggaran sebesar Rp7,5 Milliar lebih, yang di manfaatkan untuk pembangunan destinasi wisata Bangsalae, hanya sekitar Rp5,6 Milliar sekian dan tentunya masih tersisa sekitar lebih kurang Rp2,1 Milliar, karena pagu anggaran proyek pembangunan destinasi wisata Bangsalae guna program peningkatan daya tarik Destinasi Wisata Bangsalae yang bertempat di Kelurahan Siwa, Kecamatan Pitumpanua dengan dana APBD Kabupaten Wajo dengan pagu anggaran Rp 7,5 Milyar akibatnya terjadi problem aktual dalam waktu pelaksanaan fisik tidak cukup. Akhirnya anggaran sekitar Rp 5,6 Miliar tidak optimal terpakai akhirnya Rp 2,1 Milyar tidak terserap "

Jelasnya.

Salah satu tim Pansus LKPJ Tahun 2025 dari Partai Gerindra ini menambahkan bahwa ada beberapa alasan klasik para rekanan antaranya bahwa pekerjaan tersebut di tender di akhir tahun sehingga mempengaruhi waktu dan kualitas , namun hal utamanya adalah di kerja secara tergesah gesah dan semborono'" tambahnya

Dan bila hal ini terus terjadi berarti ada pembiaran dan bisa saja dugaan berlanjut ada kerja kerja secara terstruktur, sistematis dan masif. dan

apabila kondisi ini kita biarkan begitu saja selain serapan anggaran setiap tahun tidak optimal memungkinkan munculnya proyek proyek yang tidak bisa di pertanggung jawabkan oleh satker dan banggar di DPRD dan memunculkan pembengkakan harga satuan dan terjadi modifikasi daftar analisis harga satuan pekerjaan, karena adanya indikasi ini adalah produk pesanan melalui konsultan yang jarang pihak auditor memahaminya, kami minta kepada semua pihak yang terlibat untuk lebih jeli dan teliti serta transparan utamanya tim anggaran Pemerintah Daerah dan Banggar DPRD, “harapnya.

Anggota Dewan mengharap perlunya singkronisasi antara Bapperida sebagai perecana makro dan satker sebagai perencana tekhnis untuk lebih mengedepankan pemutakhiran data yang lengkap karena pintu masuk kesebuah pembangunan adalah data yang valid yang kemudian di kaji dan di analisis sehingga melahirkan sebuah pertimbangan bukan copy paste, jelasnya Pak Dewan (H.MUSTAFA ) dari Partai Garinda

Kami juga meminta kepada Kejaksaan Negeri Sengkang dan Inspektorat agar lebih profesional untuk menindaklanjuti jika ada indikasi dugaan penyimpangan kerugian uang negara dan penyalagunan wewenang dan dapat menunjukkan kegiatan yang di indikasi masalah untuk sampel auditornya BPK RI.( tim)

Penulis:Hermanto buroncong KaBiro

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image