Insiden Dini Hari di Masjid Polda Sulsel, Seorang Jurnalis Jadi Korban Pemukulan
detikiNews.id | Makassar – Dunia jurnalistik kembali tercoreng. Seorang oknum wartawan diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap sesama jurnalis di dalam Masjid Mapolda Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan pada Jumat,(27/02/2026 ).Insiden yang terjadi di lingkungan rumah ibadah tersebut sontak mengundang kecaman dari sejumlah insan pers.
Peristiwa itu disebut berlangsung saat situasi sedang tenang, namun tiba-tiba memanas akibat sikap arogan terduga pelaku yang berujung pada aksi pemukulan terhadap rekannya sendiri.
Sejumlah saksi menyebutkan, tindakan tersebut tidak hanya mencoreng nama baik profesi wartawan, tetapi juga dinilai tidak menghormati kesucian tempat ibadah. Apalagi lokasi kejadian berada di area Masjid Mapolda Sulsel yang seharusnya menjadi tempat menenangkan diri dan mempererat silaturahmi.
“Ini sangat memalukan. Kita sesama jurnalis seharusnya menjunjung tinggi etika, bukan mempertontonkan aksi kekerasan, apalagi di dalam masjid,” ujar salah satu rekan wartawan yang enggan disebutkan Hj Kul Indah Salah satu Wartawan Fakta 62 Info
Peristiwa ini pun memantik desakan agar organisasi profesi dan pihak berwenang segera mengambil langkah tegas. Banyak pihak menilai, tindakan arogan seperti ini tidak bisa ditolerir karena dapat merusak citra pers yang selama ini berjuang menjaga independensi dan profesionalisme.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai motif pasti terjadinya insiden tersebut. Namun, dorongan agar kasus ini diproses sesuai aturan hukum dan kode etik jurnalistik terus menguat.
Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa kebebasan pers harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab, etika, serta sikap saling menghormati antar sesama insan media.
