ANTRIAN PANJANG DI SPBU, PANIC BUYING JADI PEMICU?
DETIK✒️NEWS.ID Opini Publik — 12 September 2026 Fenomena antrian panjang kendaraan di sejumlah SPBU, khususnya di Sulawesi yang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan aktivitas pertambangan cukup tinggi, belakangan ini menjadi perhatian masyarakat.
Salah satu faktor yang patut diperhatikan adalah panic buying, yaitu perilaku masyarakat membeli atau mengisi BBM secara berlebihan karena adanya kekhawatiran akan terjadi kelangkaan, kenaikan harga, ataupun pengurangan kuota BBM subsidi.
Kekhawatiran tersebut dapat muncul akibat berbagai informasi yang beredar di tengah masyarakat. Mulai dari isu pengurangan kuota, kemungkinan kenaikan harga, dampak konflik geopolitik dan perang di Timur Tengah, hingga informasi lain yang sumber dan kebenarannya belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam kondisi seperti ini, masyarakat tentu membutuhkan informasi resmi, terbuka dan cepat dari pemerintah maupun pihak terkait. Sebab, ketika informasi resmi terlambat hadir, ruang kosong tersebut mudah diisi oleh rumor dan informasi yang berkembang dari mulut ke mulut maupun melalui media sosial.
Pertanyaannya kemudian, apakah antrian panjang ini semata-mata merupakan fenomena sosial akibat panic buying, atau terdapat faktor lain yang perlu ditelusuri?
Pertanyaan tersebut penting untuk dijawab secara objektif. Pemerintah dan pihak terkait perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi distribusi BBM, ketersediaan stok, pola konsumsi masyarakat, hingga mekanisme penyaluran BBM subsidi.
Jangan sampai masyarakat terus berada dalam ketidakpastian. Sebab, kepanikan yang berlangsung terus-menerus bukan hanya berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi distribusi barang, biaya operasional usaha, transportasi, dan pada akhirnya memberikan tekanan terhadap harga di pasar.
Lebih jauh lagi, stabilitas energi merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan dunia usaha dan investor. Ketidakpastian yang berlangsung terlalu lama dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap iklim investasi, terutama di daerah yang memiliki aktivitas ekonomi strategis seperti pertambangan, industri, perdagangan dan transportasi.
Karena itu, persoalan antrian panjang di SPBU tidak boleh hanya dilihat sebagai persoalan antre kendaraan semata. Harus dicari akar persoalannya, berdasarkan data dan fakta.
Jika memang penyebab utamanya adalah panic buying, maka solusi utamanya adalah transparansi informasi dan jaminan ketersediaan pasokan. Namun jika ditemukan persoalan lain dalam distribusi maupun tata kelola BBM, maka harus segera dilakukan pembenahan.
Masyarakat tidak membutuhkan isu yang semakin memperbesar kepanikan. Masyarakat membutuhkan kepastian.
Pemerintah perlu hadir memberikan penjelasan yang terang, sementara masyarakat juga perlu lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.
Sebab dalam situasi seperti ini, satu informasi yang tidak benar dapat memicu kepanikan, dan kepanikan yang meluas dapat menciptakan masalah yang jauh lebih besar daripada persoalan awalnya.
Oleh: Rustan
