BREAKING NEWS

LIRA Desak APH Usut 32 Kelompok Tani yang diduga di Pungli Oknum Dinas Pertanian Gayo Lues


detikinews.id | GAYO LUES – Dugaan kasus pungutan liar (pungli) yang menerpa Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues terus mendapat sorotan tajam dari publik. 


Menanggapi hal tersebut,Aktivis  Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) M Purba,SH meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun tangan dan melakukan pengawasan ketat terhadap realisasi anggaran bantuan pertanian.


Kasus ini sebenarnya sudah beberapa bulan yang lalu mencuat setelah adanya laporan Langsung mengenai dugaan pemotongan dana sebesar 25-  30 persen pada program irigasi perpompaan dan irigasi perpipaan yang diperuntukkan bagi kelompok tani yang tersebar dikabupaten Gayo Lues ,ungkap sumber tersebut.


Sumber tersebut juga mengungkapkan modusnya setelah uang masuk ke rekening kelompok Tani Kemudian Ketua Kelompok Tani diduga menyerahkan yang diduga sebagai kewajiban ke salah satu oknum didinas terkait dimana besarannya sudah ditentukan sebelum sekian persen dari pagu anggaran. 


Berdasarkan data yang dihimpun, program irigasi perpompaan melibatkan 18 kelompok tani, di antaranya Louser Berbunge, Uten Pelu, Tani Jaya, Kati Maju, Cinta Makmur, Blang Penyangkan, Jeret Dele, Korek Gunung, Kepies Ijo, Bur Nas, Pelu, Osasi 212, Seba Simango, Pantang Serap, Buntul Nege, Cane Toa Bersatu, Ingin Jaya, dan Lisik Katara.


Masing-masing kelompok tani tersebut menerima kucuran dana sekitar Rp153 juta, sehingga total anggaran keseluruhan mencapai Rp2,754 miliar. 


Jika dugaan pemotongan 25 hingga 30 persen tersebut benar-benar terjadi, maka dana yang terkumpul secara  ilegal dari para kelompok Tani diperkirakan ratusan juta rupiah.


Bahkan hal yang sama juga dialami program irigasi perpipaan yang melibatkan 14 kelompok tani lainnya. Dengan nilai Pagu  93 juta per kelompok Tani.



LIRA menegaskan bahwa pemotongan ini sangat mencederai hak-hak petani dan meminta APH segera memeriksa pihak-pihak terkait di Dinas Pertanian demi menyelamatkan uang negara dan hak masyarakat kecil.


Berdasarkan Pantauan  LIRA (Lumbung Informasi Rakyat)  Kabupaten Gayo Lues Beberapa Irigasi Persawahan Yang dikerjakan saat ini dilapangan tidak ada plank Proyeknya.


Hal ini juga tentu menjadi Pertanyaan Besar ada apa dengan pekerjaan tersebut kenapa sumber anggarannya seolah-seolah tertutup atau jangan-jangan pembangunannya bersumber dari dana pribadi atau dari APBN yang juga baru-baru ini turut di Pertanyakan Menteri pertanian RI terkait lambatnya realiasi kegiatan dimaksud atau bukan.(red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image