BREAKING NEWS

Investasi SDM Masa Depan : 82,2% Orang Tua Sangat Puas dengan Program Makan Bergizi Gratis

Investasi SDM Masa Depan : 82,2% Orang Tua Sangat Puas dengan Program Makan Bergizi Gratis

Jakarta :Detikinews.id
Menurut Timur Barat Research Center (TBRC) dari hasil survei opini masyarakat terhadap keikutsertaan POLRI dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sangat positif merupakan  wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kata Direktur Eksekutif Timur Barat Research Center, Zaenal Abidin, M.I.Kom kepada Wartawan pada Sabtu, (28/2/2026).

Berikut Hasil survei Timur Barat Research Center Tentang Setahun Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto. 

Survei ini digelar dari tanggal 11-21 Februari 2026 di 458 Kabupaten Kota di Indonesia, 
Dengan jumlah responden sebanyak 1802 responden tersebar secara proposional. 

"Responden terpilih merupakan warga negara Indonesia dari orang tua  murid-murid sekolah penerima program MBG, 
Dimana sesuai data Badan Gizi Nasional ada sebanyak 59,86 Juta Penerima MBG di Awal tahun 2026," terang Zaenal Abidin. 

"Teknik pengambilan sample mengunakan metode Multistage Random Sampling," ujarnya. 

"Pemgambilan data survei  mengunakan survei tatap muka dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner terstruktur," tegas Zaenal Abidin. 

"Hasil survei mengunakan kontrol kualitas ketat  dengan Spot Check 20 % dari sampel yang masuk," terangnya. 

Survei ini memiliki Tingkat Kepercayaan 95 persen dengan Margin of Error +/_ 2,31 %.

"Hasil temuan survei didapati sebanyak 79,4 % responden Sangat Mengetahui adanya program MBG untuk anak-anak sekolah, Dan sebanyak 12,2 % Tahu adanya program MBG untuk anak-anak sekolah, Kemudian sebanyak 3,1 % Tidak Tahu, dan 5,3% Tidak Menjawab," papar Zaenal Abidin. 

"Temuan survei sebanyak 82,2 % menyatakan Sangat Puas dengan program MBG untuk anak-anak Mereka, Dan sebanyak 12,6 % Tidak Puas, Sedangkan sebanyak 5,2 % Tidak menjawab," terangnya. 

Kemudian temuan survei juga mendapati Bahwa sebanyak 74,6 % responden Tidak tahu dan Tidak melihat menu dan Jenis makanan yang diberikan untuk program MBG pada anak- anak mereka, Dan sebanyak 3,7 % responden Kurang Tahu sedangkan sebanyak 16,3 %  Tahu dan Melihat sedangkan 5,4 Tidak menjawab. 

Pengaruh Program MBG  pada Ekonomi rumah tangga masyarakat Hasil Survei menunjukan sebagai berikut:

"Bahwa sebanyak 84,3% Program MBG di Sekolah mempengaruhi secara positif pada ekonomi Rumah tangga, Dan sebanyak 11,3 % responden menyatakan Biasa saja dan 4,4% Tidak menjawab," ungkapnya. 

"Dari temuan survei di dapati bahwa sebanyak 64,3 % responden menyatakan akibat program MBG, Pengeluaran rumah tangga Mereka setiap bulan menurun hingga sebesar 10-20 % dari Pengeluaran rumah tangga Mereka, Dan sebanyak 31,4 % responden akibat program MBG, Pengeluaran rumah tangga Mereka setiap bulan menurun hingga 5-10 % dan sebanyak 4,3 % responden Tidak menjawab," terangnya. 

Sedangkan sebanyak 60,3 % responden menyatakan Pendapatan rumah tangga mereka meningkat dan membaik dengan adanya program MBG, sedangkan sebanyak 33,1 % menyatakan Pendapatan rumah tangga mereka Biasa saja atau Stabil, Dan sebanyak 6,6 % Tidak menjawab. 

Survei Terkait Mutu dan Kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG pada murid -murid disekolah :

"Sebanyak 60,2% persen responden menyatakan harus diperbaiki dan ditingkatkan Mutu dan Kualitasnya, sebanyak 30,7 % menyatakan Cukup bermutu dan Berkualitas untuk gizi anak, Dan sebanyak 9,1 % Tidak menjawab," papar Zaenal Abidin. 

Selanjutnya sebanyak 85,7% responden Menyatakan dalam Pemilihan dan Penyediaan  makanan dan Mutu serta Kualitas MBG harus melibatkan para Guru dan Orang tua murid, Dan sebanyak 7,1 % responden menyatakan Tidak Perlu dilibatkan dan sebanyak 7,2 % Tidak menjawab. 

Terkait keikutsertaan POLRI dan TNI dalam Mensukseskan Program MBG dengan membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Temuan Survei menyatakan sebanyak 88,7 % responden Setuju dan mendukung, dan sebanyak 7,2% responden Tidak Setuju dan Tidak Mendukung, serta sebanyak 4,1% Tidak menjawab. 

"Sebanyak 90,1 responden menyatakan Bahwa Mutu dan Kualitas makanan untuk program MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dan TNI Sangat Baik dan sebanyak 5,1% menilai Biasa Saja, serta sebanyak 4,8% Tidak menjawab," paparnya. 

Terkait dukungan Masyarakat pada program MBG sebanyak 89,7 % Mendukung untuk di lanjutkan dan Tidak boleh dihentikan 
Sebanyak 6,1 % serta sebanyak 4,2 % Tidak menjawab. 

"Sebanyak 90,4 % responden menyatakan program MBG harus dimasukan dalam program - program Pendidikan dan di undang - undangkan sebanyak 4,4 % responden menyatakan tidak perlu, Dan sebanyak 5,2 % Tidak menjawab. 

"Dari temuan survei Bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar program makan gratis, melainkan sebuah strategi ekonomi dan juga kebijakan pembangunan manusia, Dan MBG menjadi instrumen strategis pertumbuhan ekonomi nasional, Dimana Ketika Produktivitas naik, Maka pendapatan masyarakat meningkat. 

Ketika pendapatan meningkat, konsumsi ikut terdorong, dan ketika konsumsi menguat, roda ekonomi bergerak lebih cepat," tegas Zaenal Abidin. 

"MBG merupakan  investasi pada kualitas Sumber Daya Manusia, pada kesehatan, kecerdasan, dan Produktivitas generasi mendatang," ujar Zaenal Abidin. 

"Dimana gizi yang cukup pada usia sekolah terbukti meningkatkan konsentrasi belajar, memperbaiki kehadiran di kelas, dan memperkuat perkembangan kognitif. Dalam jangka panjang, efek tersebut bermuara pada peningkatan produktivitas tenaga kerja," pungkas Zaenal Abidin.

Reporter : Edo
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image