Skandal Bibit Murbei: Apakah Ada Konspirasi di Balik Program Mengembalikan Kejayaan Persutraan Sulsel?
"Skandal Bibit Murbei: Apakah Ada Konspirasi di Balik Program Mengembalikan Kejayaan Persutraan Sulsel?
DETIK✒️NEWS.ID_Wajo, Sulsel - Ketua Perkumpulan Perusahaan Media Online Indonesia (PP - MOI) Kabupaten Wajo, Marsose Gala, mengungkapkan bahwa program pengembangan penanaman bibit murbei 500.000 batang/pohon tahun 2022 di Desa Pakkanna, Kecamatan Tanasitolo, tidak menimbulkan kerugian negara. Namun, ia mengindikasikan bahwa program tersebut menjadi tumbal karena diduga terkait dengan program penanaman bibit murbei 1.000.000 batang/pohon tahun 2020 yang melibatkan CV. MASSALANGKA.
"Program 1.000.000 batang/pohon bibit murbei tahun 2020 itu adalah program Pemerintah Provinsi Cq. DISHUT untuk mengembalikan kejayaan persutraan di Sulawesi Selatan. Namun, hanya 491.440 batang/pohon yang tersalur ke 4 desa di Kabupaten Wajo, sehingga tersisa 508.560 batang/pohon yang tidak tersalur," ungkap Marsose Gala.
Marsose Gala mengindikasikan bahwa sisa bibit murbei yang tidak tersalur tersebut telah menimbulkan kerugian keuangan negara yang signifikan, yaitu Milyara rupiah, Ia juga mengindikasikan bahwa program murbei di Desa Pakkanna tahun 2022 menjadi tumbal karena diduga terkait dengan upaya melindungi program 1.000.000 batang/pohon bibit murbei tahun 2020.
"Ini adalah kasus yang sangat serius dan harus diusut tuntas. Kami mendesak agar pihak berwenang segera melakukan investigasi dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini," tegas Marsose Gala.
Marsose Gala juga meminta agar masyarakat Wajo untuk tetap waspada dan memantau perkembangan kasus ini, serta mendukung upaya penegakan hukum yang adil dan transparan. (Tim).
