5 Oknum Prajurit TNI AL Pelaku Penganiayaan Warga di Melonguane Talaud Di Tahan POM AL
5 Oknum Prajurit TNI AL Pelaku Penganiayaan Warga di Melonguane Talaud Di Tahan POM AL
DETIK✒️NEWS.ID_TALAUD, SULAWESI UTARA - SULUT , 5 oknum prajurit TNI AL terduga pelaku penganiayaan terhadap warga Melonguane, Talaud telah diamankan pihak POM AL Lanal Melonguane, Talaud.
Pasca aksi tuntutan masyarakat Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, terkait dugaan penganiayaan terhadap warga bernama Berkam Saweduling, oleh oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL), pihak POM AL telah mengambil langkah tegas.
Sebanyak 5 orang pelaku yang diduga melakukan pemukulan kini telah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Hal itu dibenarkan oleh Godfried Timpua, Tokoh Adat Melonguane yang turut hadir bersama Wakil Bupati Kepulauan Talaud Anisya G. Bambungan.
"Iya, sudah diamankan terduga pelaku yang kini berada di sel tahanan POM AL Lanal Melonguane", Ujarnya kepada Awak Media Sulut , Sabtu (24/1/2026).
Dalam rekaman video yang dikirimkan kepada wartawan terlihat 5 orang oknum prajurit TNI AL berdiri tegap didalam jeruji besi.
Diluar sel tahanan ada Godfried Timpua, Tokoh Adat Melonguane dan Wakil Bupati Kepulauan Talaud Anisya G. Bambungan.
Menurut keterangan resmi, langkah ini dilakukan untuk memastikan kasus penganiayaan ditangani secara profesional dan transparan, serta untuk memberikan kepastian hukum bagi korban dan masyarakat.
Penahanan ini juga menjadi respons atas desakan masyarakat adat dan tokoh-tokoh lokal yang menuntut pertanggungjawaban aparat terkait.
Tokoh Adat Melonguane, Godfried Timpua (Amanga Banua), menyambut baik langkah tersebut.
Ia menegaskan bahwa pengawalan masyarakat tetap diperlukan hingga proses hukum tuntas dan keadilan bagi korban benar-benar ditegakkan.
"Masyarakat dan tokoh adat berharap langkah tegas POM AL ini dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh anggota TNI agar tidak melakukan tindakan sewenang-wenang, serta tetap menjaga marwah hukum dan adat di wilayah perbatasan utara NKRI." Tambahnya.
Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Melongguane, Letkol Laut (P) Yogie Kuswara, memberikan keterangan resmi terkait dugaan tindak penganiayaan yang melibatkan sejumlah oknum anggota terhadap warga sipil.
Letkol Laut (P) Yogie Kuswara menjelaskan bahwa pihak Lanal Melongguane telah melakukan mediasi dengan keluarga para korban dan permasalahan tersebut telah diselesaikan dengan baik.
“Sudah ada mediasi antara pihak Lanal dan keluarga korban, dan semuanya telah terselesaikan dengan baik,” ujar Yogie Kuswara.
Ia menegaskan, pihak Lanal Melongguane siap bertanggung jawab atas kondisi para korban yang terdampak dalam peristiwa tersebut.
Selain itu, Danlanal memastikan bahwa oknum prajurit yang diduga terlibat dalam tindakan penganiayaan telah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI.
“Para pelaku yang diduga melakukan penganiayaan sudah diproses di pengadilan militer, sesuai dengan ketentuan yang ada,” jelasnya.
(MICHAEL H)
