Dari Bengkulu Untuk Indonesia: AUM Sang Formulator Gaungkan Kedaulatan Pangan dan Petani Sebagai Pelaku Utama
DETIK✒️NEWS.ID BENGKULU - AUM – Andi Undru Mario Pioner Pertanian Indonesia, TALKSHOW SUPER TANI INDONESIA, lakukan dialog dari 4 Program Besar Skala Nasional Super Tani Indonesia dan GERAKAN MENUJU SWASEMBADA PANGAN ditengah Tantangan Global, pada pukul 15.00 sampai 16.00 WIB
AUM menjelaskan bahwa Super Tani Indonesia mendorong pembangunan pertanian yang produktif, mandiri dan berkelanjutan, dengan menempatkan petani sebagai pelaku utama," jelasnya.
Ia menuturkan, Swasembada pangan bukan hanya soal meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan Petani kuat dan produktif agar Sarana produksi tersedia dan efisien. Teknologi dan inovasi terus berkembang antara Kolaborasi dengan pemerintah,
"Lebih lanjut, dunia usaha, petani, kampus, koperasi dan generasi muda, Kebijakan dan bantuan tepat sasaran serta benar-benar memberi manfaat kepada petani Produktivitas meningkat dan nilai ekonomi petani semakin baik.
Andi Unru Mario yang lebih sering dikenal sebutan nama AUM mengatakan, bahwa arah besar dari Ketahanan Pangan menuju Kedaulatan Pangan dengan Petani sebagai Pelaku Utama," katanya.
Sesi berlanjut pada pukul 16.00 hingga 16.50 WIB, yaitu sesi jawab dan interaksi peserta, mendengar Aspirasi, berdialog berbagi Solusi dan membangun pertanian
Ia bertekad," kami hanya satu, Petani Indonesia Harus Maju dan gerakan menuju swasembada Pangan di Tengah Tantangan Global, membangun pertanian Indonesia yang produktif, mandiri dan berkelanjutan," imbuhnya.
Ia menuturkan bahwa Super Tani Indonesia memandang bahwa swasembada pangan tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi, Swasembada harus dibangun dari petani yang kuat, sarana produksi yang tersedia dan biaya usaha tani yang efisien.
Teknologi yang tepat, serta kebijakan yang benar-benar memberikan manfaat sampai ke tingkat petani, ditengah keterbatasan fiskal pemerintah dan dinamika global, Indonesia perlu memperkuat kemampuan produksi dalam negeri dan mengurangi kerentanan terhadap ketergantungan pasokan dari luar negeri, termasuk bahan baku sarana produksi pertanian.
Karena itu, Super Tani mendorong :
Penguatan kemandirian sarana produksi pertanian.
Pemanfaatan inovasi dan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas.
Efisiensi biaya produksi dan penggunaan input pertanian.
Regulasi bantuan yang lebih sederhana, tepat sasaran, transparan dan berdampak langsung kepada petani.
Kolaborasi Pemerintah – Dunia Usaha – Petani – Perguruan Tinggi – Koperasi – Generasi Muda.
Setiap kebijakan pertanian harus diukur bukan hanya dari berapa banyak bantuan yang disalurkan, tetapi dari seberapa besar manfaat, produktivitas dan peningkatan pendapatan yang diterima petani.
"Arah akhirnya :Dari ketahanan pangan menuju kedaulatan pangan, dengan petani sebagai pelaku utama, tuturnya.
Pemerintah sendiri pada tahun 2026 menempatkan pembenahan pupuk, biaya produksi, irigasi, mekanisasi dan kepastian harga sebagai bagian dari ekosistem swasembada pangan," pungkasnya.
(Harry Goa)
